rainbow

Sunday, May 07, 2006 | 11:31 AM

Warna-Warni Komuter


Komuter adalah – menurut info yang kudapatkan- orang yang ‘menghabiskan’ banyak waktu di jalan. Contohnya : orang yang berdomisili di daerah pinggiran dan bekerja di pusat kota. Apalagi kita ngomong tentang komuter di Jakarta ini, tau dong apa yang bikin mereka ‘terpaksa’ menghabiskan banyak waktu di jalan ?! Yak betul, macet plus sistim transportasi beserta fasilitasnya yang masih payah. Out of question-lah !
Aku juga tinggal di pinggiran, Bekasi, walaupun sebenarnya masih di daerah jalan Kalimalang ujung..Jakarta Timur coret, katakanlah begitu. Hampir setiap hari ngantor ke daerah Rawamangun, tidak begitu jauh sebenarnya tapi juga sering ‘nyangkut’ di jalanan. Bisa dibilang aku juga seorang komuter yang mengandalkan angkot/kendaraan umum utk berkegiatan. Kendaraan pribadi belum punya..Masih bermimpi untuk punya saja harga BBM udah naik berkali-kali. Ape yang hendak dikate ?! *aksen Malay style*
Satu hal termasuk yang paling kusyukuri dalam hidupku, aku ‘gampang’ beradaptasi dengan kondisi. Walaupun sampai sekarang masih kusimpan keinginan untuk menikmati AC dan mendengar CD di mobil sendiri sambil bertamasya keliling kota (pliss deh..), aku gak perlu menjadi kontra-produktif hanya karna sampai saat ini aku masih saja menjadi komuter pelanggan kendaraan umum. Aa Gym bilang, justru orang yang sering naik kendaraan umum adalah orang yang paling kaya. Mobilnya banyak, tersedia kapanpun dengan berbagai tujuan, disupiri pula..dan yang paling mantap, mereka itu kaya hati karna mau berbagi mobil dengan orang lain..
Hahaha, si Aa memang paling bisa ngasih ‘penghiburan’ buat kaum populis spt aku ini.

Pertama jadi komuter di kota besar aku jiper juga, terlebih karna aku sering pulang malam. Rasanya tidak nyaman satu mobil dengan orang asing sampai sekian lama, sometimes took hours kalo lalu lintas sedang padat merayap atau malah sama sekali gak bergerak. Cuapek pasti tp lama kelamaan bisa juga aku nikmati setiap perjalananku menjadi komuter..daripada bikin stress (that’s why MP3 player wajib kubawa setiap saat). Percaya atau gak, kalau beberapa hari aku gak berada di angkot enviroment seperti ada yang hilang ‘feel’-nya. Mungkin itu karna saking seringnya aku naik angkot.
Semua warna-warni angkot enviroment aku rangkum di bawah ini..bisa jadi pengalaman menyenangkan atau sebaliknya. Semua deh ada di sini..:
• Sering naik angkot berarti shampoo cepat habis. Sering ketemu supir yang merokok seperti lokomotif kereta uap bersinergi dengan penumpang yang jadi cerobong asapnya. Smoke efek ini yang bikin rambut bau bagaikan gudang tembakau. I hate it most !
• Jadi calon korban aksi pencopetan (di dalam bis) tp syukurlah gagal krn aku keburu tau dan memberikan pandangan melotot ke si pelaku. Dia ngacir secara teratur, sepertinya ngeri melihat mataku…hehe…
Trus pernah juga dipalak dengan cara ‘halus’..Preman atau pengemis yang minta uang dengan memperlihatkan surat keterangan baru bebas dari penjara (atau dari pusat rehabilitasi ? RSJ ? Gak jelas !)..dengan harapan penumpang akan merasa tidak aman secara psikologis lalu demi pertimbangan keamanan penumpang tsb akan memberikan sejumlah uang pada mereka. Kadang-2 jumlah uang yang harus diberikan sudah mereka tentukan. Untuk modus operandi seperti ini justru aku gak pernah tergerak bermurah hati memberi mereka uang. Males banget liat orang yang masih muda dan sehat minta-minta seperti itu. Syukurlah sejauh ini belum ada yang sampai memaksaku memakai cara-2 kekerasan dalam menghadapi mereka…(yang preman sebenarnya siapa ya ??).
• Dimarahi dan disindir pengamen yang gak senang melihat aku ngobrol sama temanku selama dia perform di dlm bis. Mungkin dia pikir kami gak appreciate dengan nyanyi yang dibawakannya, padahal waktu itu kami sedang ngobrol tentang topik lain. Sebenarnya buatku kejadian ini justru lucu..si pengamen dengan rambut gimbal dan mengusung musik ala rastafarian itu akhirnya nyanyi dengan menambah volume suaranya seperti membentak sambil mengarahkan mukanya ke kami. Temanku yang sedang intens ngobrol denganku sampai terlonjak kaget dan reflek mengelus dadanya demi mendengar suara menggelegar si pengamen. Asli lo, aku malah jadi ketawa ngakak ‘dimarahi’ seperti itu.
• Di angkot/bis, aku pernah/beberapa kali :
berantem sama supir angkot karna kelamaan ngetem (gak jalan-2) nungguin sampai penumpangnya banyak. Buatnya waktu mungkin bukanlah uang ! - ketemu pengamen atau penjual asongan yang sama di hari yang sama di dua bis yang berbeda - dikira ‘seseorang’ yang dikenal sama penumpang lain - mendengar ‘jurus pdkt’ yang dilancarkan seorang penumpang cowok yang baru saja berkenalan dengan seorang penumpang cewek (ini yang namanya kesempatan dalam kesempitan) - mendengar update gosip yang sedang hot dari penumpang lain yang (juga) sedang bergosip - kepalaku ‘ditoyor’ kepala penumpang (cewek) yang duduk di sebelahku krn waktu itu dia sedang tertidur dan gak bisa mengontrol kepalanya pas supir ngerem mendadak (Ouch, sakit bangett..mana dia jg gak minta maaf. Gak sopan !!) – ketemu kenalanku yang udah lama banget ‘lost in space’ dan ternyata tinggal satu komplek denganku (ini sih ketemunya di omprengan) – kompak dengan penumpang lain menegur supir yang ngebut/gak mikirin keselamatan penumpangnya. Kalo udah ‘satu suara’ begini aye paling demen dah - last but not least, ketemu cowok cakep, smells good and sophisticated..*Ealahhh, masih ngelaba aja jeng..* Gak bo’ong, ini jadi daya tarik tersendiri. Setiap naik kendaraan umum seperti ada pertanyaan tidak tertulis : “hari ini ketemu ‘prince charming’ gak ya ?”..But swear, kalopun ketemu belum ada satupun yang aku ajak kenalan apalagi ngobrol.
FYI, I’m a shy girl...*batuk-2 Mode On*
Khayalan : Kendaraan umum masa depan akan sangat nyaman karna bisnya gede-2 ber-AC + punya jalurnya sendiri, dan aman karna selalu dikawal pak polisi..Amin.

Demikianlah sebagian kecil warna-warni menjadi seorang komuter. Tidak begitu istimewa sih..buatku jadi komuter memang cukup ‘tidak nyaman’ though at the otherside ada aja sisi fun and challenging-nya. Banyak yang bisa dilihat, didengar dan dipelajari dengan ketemu banyak orang dr berbagai karakter dan latar belakang. Masalah ‘menjadi tua di jalan’ kupikir juga dialami mereka yang menggunakan kendaraan pribadi di kota ini. Bedanya mungkin mereka lebih rawan punya banyak kerutan di kulit karna kebanyakan kena AC sedangkan komuter lebih rawan punya banyak jerawat di muka karna keseringan kena polusi udara..Just like me, kulitku yang termasuk sensitif semakin memerlukan perawatan intensif untuk mendapatkan wajah putih berseri…yukk, iklan abisss..


4 comments